Minggu, 22 Juli 2012

ramalan ronggo warsito 7 ksatria

7 KSATRIA PININGIT

Raden Ngabehi Rangga Warsita (alternatif: Ronggowarsito) lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 15 Maret 1802 – meninggal di Surakarta, Jawa Tengah, 24 Desember 1873 pada umur 71 tahun) adalah pujangga besar budaya Jawa yang hidup di Kasunanan Surakarta. Ia dianggap sebagai pujangga besar terakhir tanah Jawa.
Nama aslinya adalah Bagus Burham. Ia adalah putra dari Mas Pajangswara dan cucu dari Yasadipura II, pujangga besar Kasunanan Surakarta.Ayah Bagus Burham merupakan keturunan Kesultanan Pajang sedangkan ibunya adalah keturunan dari Kesultanan Demak. Bagus Burham juga memiliki seorang pengasuh setia bernama Ki Tanujoyo. (sumber dari wikipedia)

Ronggowarsito meramalkan, bahwa nusantara (Indonesia) akan mengalami kejayaan 100 tahun setelah dipimpin oleh 7 ksatria piningit. Bukan saya “ndisiki kerso”, ini hanya mencatut sebuah cerita yang disampaikan oleh seorang dalang Ki Enthus Susmono. 7 Ksatria tersebut adalah sebagai berikut.
1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO
Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1966.
2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR
Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Pemimpin yang tidak satupun keturunannya menjadi penerus kepemimpinannya. Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1966-1998.
3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR
Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Di masa kepemimpinannya yang singkat, melepaskan sebagian dari wilayah nusantara (Timor Timur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME
Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH
Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO
Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong / dari menteri menjadi presiden ataupun memindahkan istana ke bogor) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Di masa ini, muncul banyak bencana yang melanda. Gempa, tsunami, banjir, gunung meletus, dan lain sebagainya. Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono.
7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Yang Maha Kuasa. Dengan selalu bersandar hanya kepada Yang Maha Kuasa, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.
Silakan ditafsirkan sendiri siapakah satria ketujuh itu. Mau menafsirkan Yusuf Kalla boleh, Prabowo Subiakto silakan, Wiranto ya monggo. Tidak mau “ndisiko kerso”, segala sesuatunya itu sudah menjadi kehendak “sing ngecet lombok dadi abang”. Semoga ke depan, nusantara akan kembali jaya, menjadi bangsa dan disegani oleh bangsa lain. Rakyat makmur, sejahtera, dan jauh dari marabahaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar